Showing posts with label kritis mengkritis. Show all posts
Showing posts with label kritis mengkritis. Show all posts

April 26, 2011

Islam itu memang ada berapa macam (?)

suatu saat saya di rekomendasikan oleh teman saya utk memfollow seorang tokoh yg kontroversi di dunia per-twitter-an. hem. sesaat saya baca timeline-nya, wah. boleh juga, isinya cukup worth it. teman saya bilang, dia suka krn tokoh ini seorang muslim tapi menjunjung tinggi bgt 'pluralitas dalam beragama'. hem, teman saya yg 'berbeda' dengan saya cukup tertarik menyimak keseharian timeline-nya. lalu saya pun mencoba ikut menyimak juga.

tiap hari saya ikuti kuliah-twit tokoh ini, saya punya 'feeling' dia seorang penganut paham islam liberal. saya jadi ingat, sewaktu saya pergi ke perwil, perpustakaan daerah semarang, di ruang referensi saya menemukan buku yang berjudul "Memahami Islam Liberal" nama pengarangnya saya lupa. saya tertarik utk membacanya sedikit, dan disitu saya merasa, ajaran-ajaran islam sudah sangat jauh. interpretasi dari Al-Qur'an dan hadits sangat ... emm, maaf 'melenceng' (menurut saya). hati ini tidak cocok atas pernyataan-pernyataan dalam buku tsb. lalu saya berhentikan utk membaca.

sedikit yang saya mau bercerita disini,
kemarin, timeline tokoh tersebut ramai di kritik. hari itu dia membahas tentang pernikahan beda agama yg menurut dia diperbolehkan dalam islam. dia bilang, pernikahan beda agama dilarang karena dalam UU perkawinan diatur demikian, tokoh tsb berpendapat hal itu tergantung dalam tafsiran siapa. menurut tafsiran dia, nikah beda agama dibolehkan. salah satu followersnya ada yg bertanya : "nikah beda agama kl yg laki islam syah tp kl yg perempuan islam bknnya g syah?" lalu tokoh ini menjawab: "Dlm tafsiran saya: sah!".
hem, so what do you think friend?
wallahualam.

kutipan-kutipannya seperti ini;

"I'm Muslim, but I always admire the Christian symbolism of crucifixion and resurrection, death and life. For me it means: life prevails!"

"Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu -- mereka semua guru2ku, yg mengajarku ttg keluasan dunia, dan cinta."

"Islam" means submission. To be Muslim is to submit yourself to the truth you believe in with honesty and humility."

menurut dia-tokoh ini, "sebagian besar orang memeluk agama adalah karena keturunan. Kita pertama2 beragama krn mengikuti keluarga saja. Setelah itu kita mempelajarinya, mendalaminya, sampai kita meyakininya. Karena umumnya orang tumbuh dlm agama tertentu sejak kecil, maka pindah agama bukan barang gampang. Krn sdh kebiasaan sjk kecil. Dlm tingkat tertentu, agama seperti bahasa. Kalau kita lahir dlm keluarga yg memakai bhs Jawa, ya pasti kita akan pakai bahasa itu. To be agnostic, even atheist, is fine. Each of us has his or her own way of believing or non-believing."


well, saya pribadi, untuk masalah keyakinan berTuhan dan beragama saya tidak mau main-main, dalam artian saya pun masih mencari kebenaran hakiki, keyakinan pribadi di hati ini. saya seorang muslim. seorang muslim yg taat atau tidaknya hanya Allah yg menilai. saya berpendapat, dosa tidaknya hanya Tuhan yang tahu, malaikat pun hanya bertugas mencatat dari Tuhannya. siapa yg tahu kebenaran akan Tuhannya? selama di dunia ini Tuhan tidak akan memberi tahu, dia hanya memberikan pedoman bagi manusia lewat "perantara". manusia yg mempunyai akal budi berinterpretasi macam-macam darinya, mereka berlomba-lomba siapa yg benar atas ajaran dan keyakinan Tuhannya. dan setelah manusia meninggalkan dunia, barulah mereka tahu siapa yang benar atas keyakinannya tersebut.

saya setuju atas adanya pluralisme, terkadang pendapat tokoh tsb ada benarnya, tp tidak semua. saya mem'filter' beberapa pendapatnya. yg kurang berkenan di hati ini tentunya saya buang keluar. hap! hehe
saya toleran terhadap umat beragam lainnya, saya berteman dengan yg "berbeda", bahkan saya pernah suka dengan pemuda yg "berbeda". saya pernah menjalankan ibadah solat di rumah pemilik yg "berbeda". sejak kecil, saya sudah ditanamkan jiwa toleransi oleh mama saya, hal ini karena mama dulu pernah bersekolah di SMA katolik yg ketat. mama bilang semua agama itu baik, jangan pernah membedakan.
Tetapi, utk menilai sesuatu yg boleh tidak, benar salah, baik tidak, saya sendiri tidak berani dalam soal agama ini. karena kalo saya menarik kesimpulan bisa-bisa salah di mata Tuhan.

lalu bagaimana saya yakin itu benar atau itu salah? mana yg boleh dilakukan dan mana yg tidak boleh dilakukan?

hidup adalah sebuah pilihan, ya. setiap harinya saya dihadapkan pilihan, untuk itu dalam setiap menjalankan pilihannya, saya serta merta berdoa kepada Tuhan, selalu menyertakan Tuhan dalam setiap pilihan saya. karena saya yakin, atas restuNya, kita tidak akan tersesat. Tuhan sangat mengetahui hati hambanya yang berniatan baik atau tidak. saya rasa, niatan yang baik, selalu dikarunia oleh Tuhan.
lalu saya memilih,
saya menganut islam, klo boleh saya kategorikan dalam bahasan ini, saya tidak yg terlalu fanatik seperti FPI, atau yg Liberalis seperti "tokoh tersebut".

sebenarnya islam itu agama yg satu. islam agama yg cinta damai. tapi mengapa sekarang islam seolah-olah terbentuk menjadi islam fanatik, islam sekuler dan islam liberalis?


to the world peace :))
love,
Puc

August 23, 2010

tidak tanpamu, poltik!

“apakah saya berpolitik?”
-IYA, SAYA BERPOLITIK-
hahahaha
menurutku lucu aja sih,
ada orang yg mengaku dirinya TIDAK BERPOLITIK ! -salah besar-
memang sih, politik itu identik dengan kekuasaan, kemunafikan, partai, pejabat, golongan, dll
tp menurutku itu dalam konteks yg luasnya.
setiap diri kita,
semua orang- manusia,
adlh berpolitik.
disadari atau tidak.
kita berkuasa atas diri kita sendiri, -itu politik.
kita menguasakan diri kita, agar teratur, terbaik -itu politik.
kita mempunyai kepentingan, dan mewujudkannya -berpolitik atas sikap, pemikiran.
politik sama dengan kekuasaan+munafik. kekuasaan yg banyak menyemai dehumanisasi, demoralisasi. tp kita tidak bs memisahkan politik dr hidup kita. politik bagian dr hidup. tanpamu politik, kita tidak hidup, tidak bs bersikap, tdk berkuasa atas diri kita, dlm menentukan pilihan-pilihan dihidup, akan sulit.
karna berarti kita tdk tahu, mana yg terbaik, yg harus dilakukan ato tdk. bagaimana siasatnya, harus apa, maunya apa.
malang bgt,klo manusia tdk punya prinsip. selalu bergantung pd orang lain, plin plan thd keputusan, sangat disayangkan.
berpolitiklah utk diri kita dulu, baru org lain. berpolitik pada hidup.
apbla ingin berkembang lebih, terjunlah berpolitik pd rakyat dan negara.
aku pernah baca buku ‘memoar biru SOE HOK GIE karangan agus santosa,
disitu dibilang : politik = kekuasaan. namun kekuasaan tak seutuhnya moralitas. kekuasaan semata-mata bukan monopoli kekuatan moral. ada begitu banyak kepentingan yg membalut sebuah kekuasaan.
NAH, disini kita sbg manusia mempunyai kepentingan bkn?
kepentingan utk memenuhi kebutuhan kita sbg manusia lahir dan batin.
cara apa yg harus kita lakukan utk memenuhi kepentingan tsb? tentunya kita harus pandai-pandai dongs berpolitik sikap, cara maupun pemikiran utk memenuhi itu.
berpolitik atas diri kita sendiri.
hmmmmm
klo aku sih, hahaha berpolitik utk diri sendiri aja susah, apalagi terjun utk orang lain.
mungkin aku bukan berpolitik pd parpol, parlemen ato apalah yg konteks luasnya.
tp aku IYA, berpolitik pd hidup.
berpolitik pd diri sendiri. aku berkuasa atas diri ini. menguasakan diri agr menjadi G00D PERSON. must being good person everyday. politik positif!
jadi jangan katakan anda tidak berpolitik yah,,
atau anda mengaku diri anda bukan orang politik.
mungkin anda tidak berpolitik pd parpol, negara, dll. tp anda berpolitik, utk diri sendiri.
bila anda tidak berpolitik, anda sungguh tdk hidup.
regards,
pucil